Mengenal Elemen Dekoratif Arsitektur Bangunan

Karir Bersama VOIRE Project
Karir Bersama VOIRE Project

Mengenal Elemen Dekoratif Arsitektur Bangunan

Dalam dunia desain arsitektur, desain interior dan seni dekoratif, ornament adalah hal yang sanga...
Mengenal Elemen Dekoratif Arsitektur Bangunan Mengenal Elemen Dekoratif Arsitektur Bangunan Dalam dunia desain arsitektur, desain interior dan seni dekoratif, ornament adalah hal yang sangat umum ditemukan dan digunakan sebagai dekorasi hingga penunjang estetika desain. Elemen dekoratif oranamen ini bisa berbentuk patung atau figure monumental atapun berbagai detail lainnya yang umumnya tidak menujang fungsi, namun memberikan estetika lebih pada desain bangunan secara keseluruhan.
Mengenal Elemen Dekoratif Arsitektur Bangunan
Logo VOIRE Project
VOIRE Project Desain Interior 27 Juli 2021
Share
2021-08-02

Dalam dunia desain arsitektur, desain interior dan seni dekoratif, ornament adalah hal yang sangat umum ditemukan dan digunakan sebagai dekorasi hingga penunjang estetika desain.

Elemen dekoratif oranamen ini bisa berbentuk patung atau figure monumental atapun berbagai detail lainnya yang umumnya tidak menujang fungsi, namun memberikan estetika lebih pada desain bangunan secara keseluruhan.

Ornamen dalam Arsitektur dan Desain

Secara sederhana, ornament bisa diartikan sebagai aksesoris atau detail yang ditambahkan pada sesuatu untuk memperindah atau mempercantik hal tersebut. Dalam arsitektur dan desain interior.

Ornamen pun bisa dibentuk dari berbagai macam material dan metode, seperti ukiran batu dan kayu atau dicentak dari tanah liat, semen, hingga gypsum. Seni dekorasi ini sendiri memiliki sejarah panjang dan persebaran yang bervariasi.

Sehingga ia memiliki banyak sekali gaya dan variasi desain. Hingga di era modern ini, terdapat beragam pilihan pesona ornament yang populer di era klasik hingga modern yang masih digemari hingga saat ini.

Ornamen Baroque

Mengenal Elemen Dekoratif Arsitektur Bangunan

 source:google.com

Ornament khas arsitektur Baroque, tepat pada akhirnya abah ke-16 di Italia. Gaya Baroque terkenal akan eksplorasi bentuk yang lebih dramatis. Kesan saat melihat ornament Baroque arsitektur bangunan adalah megah karena proporsi yang terlalu besar atau gigantisme.

Inilah yang merupakan ciri khas dari arsitektur yang berkembang di era Baroque. Jadi, tak heran jika sobat menemukan pilar yang menjulan tinggi dan besar ataupun pintu yang dibingkai dengan ukiran-ukiran yang tebal dan berukuran cukup fantastis.

Ornamen ini di dukung dengan ciri-ciri arsitektur barok lainnya seperti

Denah lantai dasar yang biasanya berbentuk oval, yang merupakan bentuk geometris “bergerak” fluid dan yang menciptakan rasa pergerakan. Ruangan tengah yang lebih luas.

Terkadang juga dapat berbentuk sirkuler dan terdapat kapel-kapel di bagian samping sepanjang dinding.

Biasanya pada bangunan memiliki sumber pencahayaan yang lebih sedikit daripada umumnya, biasanya sumber cahaya terdapat pada kubah, baik pusat kubah ataupun kubah-kubah kecil disekelilingnya.

Namun pada bangunan arsitektur bergaya baroque ini memiliki sumber cahaya dengan jumlah yang tepat dan menyinari bagian yang tepat juga. Penggunaan cahaya yang dramatis, dengan penggunaan cahaya yang kuat dan bayangan yang kontras atau pencahayaan yang seragam dengan menggunakan beberapa jendela.

Ornamen Bizantium

Mengenal Elemen Dekoratif Arsitektur Bangunan

 source:google.com

Ornament pada arsitektur Bizantium masih menyerupai gaya, pola, dan elemen-elemen arsitektur Romawi sebelumnya. Salah satu ciri khas yang masih bertahan dan terlihat pada desain di era Bizantium adalah ragam hias geometris.

Nah namun ornament bizantium ini dirancang dengan kompleksitas yang lebih tinggi. Ciri khas lainnya adalah kehadiran mosaik-mosaik sebagai pegganti ukiran sebagai elemen dekorasi. Meskipun tidak semegah dan sebesar seperti gaya Boroque.

Pola arsitektur yang memiliki kekhasan Bisantium banyak ditemukan pada bangunan-bangunan temat ibadah dan hingga saat ini, kerap dianggap sebagai ornament yang memiliki nilai kesakralan tersendiri.

Ornament ini pun didukung dengan bangunan atau arsitektur yang memiliki ciri seperti denahnya yang berbentuk segi empat polygonal, yang ditiup dengan atap kubah dan kubah kecil mengelilingi kubah utama, sehingga bentuknya memusat serta simetris.

Sayap pendek yang sama pada setiap sisnya membentuk cross. Lalu ada pula ciri dindingnya yang khas yaitu dengan memakai baha batu dan di bagian dalam atau bagian interiornya dilapisi dengan mosaic yang terbuat dari pualan warna-warni yang menggambarkan ajarannya.

Ada pula bukaan pintu dan jendela yang berbentuk busur setengah lingkaran dan diapaki untuk menunjang gallery dan bukaan pada pintu dan jendela. Jendela-jendela kecil setengah lingkaran mengelilingi dasar kubah.

Sedangkan untuk atapnya pun cukup unik, metode pembuatan atap dari bahan batu ataupun beton, kubah dibentuk dengan model yang simpel dan biasa seperti bentuk setengah lingkaran, kubah berbentuk seperti belewah dan juga majemuk atau lebih dari satu.

Seni dekorasi motif mosaic yang cemerlang dan gemerlapan berkembang pesat. Sedangkan arsitektur bangunan bersegi banyak dengan atap kubah bermunculan dimanapun, dibukit Yuogoslavia dilembah Rumania di gurun Suri Bizantium yang mengembangkan hirarki bentuk semacam itu.

Kolom-kolom pada bangunan atau arsitektur gaya bizantium ini juga termasuk pada kategori yang konstruktif dengan kepala tiang (capital) bergaya korintia dan komposit.

Ornamen Gothic

Mengenal Elemen Dekoratif Arsitektur Bangunan

 source:google.com

Pola ornament selanjutnya yang masih masuk dalam kategori arsitektur klasik adalah gaya arsitektur Gothic. Ciri khas dari Arsitektur Gothic adalah olahan gubahan bentuk yang menjulang tinggi ke atas.

Penggunaan patung yang membentuk diorama juga merupakan ciri khas yang sangat mudah ditemukan pada ornament yang mendapatkan pengaruh dari gaya Gothic. Seperti Gereja Katedral di Jakarta merupakan salah satu contoh bangunan yang menerapkan gaya arsitektur Gothic.

Ornament Gothic ini pun didukung dengan ciri bangunan yang khas seperti, ujung bangunan yang meruncing dan lancip pada bangunana arsitektur gothic. Arsitektur gothic biasanya memiliki gaya bangunan yang tinggi dan megah, memiliki Menara yang ujungnya meruncing. 

Lalu hal yang menjadi ciri khas lainnya adalah adanya flying butterss pada bangunan atau arsitektur Gothic ini. Flying buttress ini dibangun sebagai solusi untuk menyangga bangunan yang memiliki struktur tinggi.

Flying buttress pun berfungsi sebagai hiasan dekoratif pada arsitektur gothic yang megah dan berkelas. Selain itu penggunaan rose window atau jendela yang berberntuk bunga mawar menjadi salah satu ciri khas arsitektur gothic.

Pointed arch atau yang biasa disebut lengkungan runcing , menjadi ciri khsa arsitektur gothic yang penting untuk interior bangunan. Lengkungan runcing ini berfungsi untuk menahan beban langit-langit atap yang berat.

Selain fungsi tersebut pointed arch pun memberikan sentuhan klasik pada interior bangunan sehingga tampak lebih menarik. Biasanya pointed arch banyak digunakan dalam arsitektur islam yang berada di spanyol dan akhirnya ‘dipinjam’ menjadi salah satu ciri khas arsitektur gothic.

Ornament patung dan berbagai patung juga menjadi ciri khas gaya arsitektur gothic ini. Patung yang kerap kali diterapkan pun biasanya berupa gargoyle yang berbentuk menyeramkan seperti iblis atau monster kecil.

Ornamen Era Modern

Mengenal Elemen Dekoratif Arsitektur Bangunan

 source:google.com

Memasuki era pasca perang dunia kedua, arsitektur mengalami banyak perkembangan dan juga pengaruh-pengaruh pada paham yang lebih modern mulai masuk mempengaruhi citra arsitektur kala it, tak terlepas pada pekembangan ornament.

Kala itu, bentuk-bentuk dasar dan ornament yang menerapkan prinsip desain minimalis menjadi lebih populer dan digemari. Konsep ‘less is more’ dan ‘form follows function’ mulai mendunia dan masih kerap dijadikan sebagai kompas dari perkembangan dunia arsitektur dunia hingga saat ini.

Itulah beberapa pola ornament yang tersebar di berbagai penjuru dunia pada era-era arsitektur yang berbeda. Meskipun lahir dan berkembang pada era yang berbeda, berbagai gaya tersebut masih cukup lazim digunakan hingga saat ini menyesuaikan selera dan kebutuhan.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Komentar

Mau cari artikel apa sob?