Pajak Bumi dan Bangunan: Ketahui Cara Menghitung dan Pembayarannya

Karir Bersama VOIRE Project
Karir Bersama VOIRE Project

Pajak Bumi dan Bangunan: Ketahui Cara Menghitung dan Pembayarannya

Tidak hanya memikirkan bagaimana merawat rumah agar tetap tampil menarik, menentukan waktu kapan ...
Pajak Bumi dan Bangunan: Ketahui Cara Menghitung dan Pembayarannya Pajak Bumi dan Bangunan: Ketahui Cara Menghitung dan Pembayarannya Tidak hanya memikirkan bagaimana merawat rumah agar tetap tampil menarik, menentukan waktu kapan saatnya renovasi, sobat juga perlu memikirkan bagaimana dengan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari hunian milik sobat.
Pajak Bumi dan Bangunan: Ketahui Cara Menghitung dan Pembayarannya
Logo VOIRE Project
VOIRE Project Tips And Trick 07 September 2020
Share
2020-09-07

Untuk sobat VOIRE yang sudah memiliki rumah, tentu banyak sekali hal yang perlu sobat pikirkan mengenai rumah tersebut.

Tidak hanya memikirkan bagaimana merawat rumah agar tetap tampil menarik, menentukan waktu kapan saatnya renovasi, sobat juga perlu memikirkan bagaimana dengan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari hunian milik sobat.

PBB adalah iuran wajib atau pajak yang dikenakan oleh negara, bagi sobat yang telah memiliki hunian pribadi. Namun tidak hanya dikenakan kepada individu, nyatanya PBB juga dikenakan kepada perusahaan.

Pada dasarnya, setiap individu atau badan yang memperoleh manfaat atas hak tanah dan bangunan yang dimilikinya, maka dari itu setiap orang atau perusahaan tersebut wajib menyetorkan PBB-nya kepada pemerintah.

Misalnya apabila sobat memiliki sebuah bangunan, kemudian bangunan tersebut dijadikan sebuah toko atau sebagai tempat usaha. Maka, wajib bagi sobat untuk membayar PBB atas bangunan tersebut karena manfaat yang diterima.

Begitu pula dengan rumah, karena rumah sendiri memiliki fungsi sebagai tempat tinggal, maka pemilik dari rumah tersebut wajib menyetor tariff PBB per tahun kepada pemerintah.

Jumlah tagihan PBB per orang dan per tahunnya berpatok pada faktor-faktor tertentu, yang jadi dasar perhitungan tarif pajak tersebut. Oleh sebab itu, besaran biaya PBB masing-masing orang akan berbeda-beda.

Meskipun begitu, secara umum tariff PBB biasanya dikenakan sebesar 0,5 persen dari Nilai Jual Kena Pajak (NJKP). NJKP sendiri diperoleh sekitar 20% dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atas rumah atau bangunan tersebut.

Pajak Bumi dan Bangunan: Ketahui Cara Menghitung dan Pembayarannya

Kalau sampai sini, siapa yang sudah merasa kalau perhitungan pajak rasanya kok rumit sekali ya?

Kalau iya, wajar sekali kok karena biasanya sobat selalu dapat Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan yang berisikan besaran PBB yang harus dibayarkan. Jadi sobat tidak perlu repot-repot untuk menghitung sendiri berapa nominal pajaknya.

Tapi permasalahannya, kadang-kadang bisa aja lho kalo nominal yang tertera di surat tersebut tidak sesuai sama bangunan yang sobat miliki. Kalau pajak yang tercantum nyatanya lebih besar kan malah bikin rugi.

Maka dari itu Vira ingin mengajak sobat VOIRE untuk mengetahui Pajak Bumi dan Bangunan secara keseluruhan beserta cara hitung dan membayarnya.

Agar tidak ada kesalahan, yuk simak ulasan di bawah ini.

Dasar Perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan

Pajak Bumi dan Bangunan: Ketahui Cara Menghitung dan Pembayarannya

Seperti yang sudah Vira jelaskan sekilas bahwa pengenaan tarif pajak biasanya sebesar 0,5 persen dari NJKP, sedangkan NJKP diperoleh 20 persen dari NJOP.

Agar lebih mengerti dan juga faham, yuk kenalan sama NJKP dan NJOP ini. Pertama-tama, NJKP adalah perkiraan besaran sebuah onjek bumi atau bangunan yang biasanya dimasukkan dalam perhitungan PBB

Sehingga bisa juga dikatakan jika NJKP merupakan bagian sedangkan NJOP. NJOP adalah sebuah harga yang digunakan dalam menghitung besaran tarif pajak bumi dan bangunan.

Pada umumnya, besaran NJOP didasarkan pada harga rata-rata atau nilai terbaru yang diterapkan pemerintah. Tidak sembarangan, penetapan NJOP sendiri biasanya didasarkan dari beberapa faktor.

Faktor Penentu Penetapan NJOP Bumi:

Pajak Bumi dan Bangunan: Ketahui Cara Menghitung dan Pembayarannya

  1. Letak
  2. Pemanfaatan
  3. Peruntukan
  4. Kondisi Lingkungan

Maka dari itu bisa sobat lihat lho jika dasar penetapan NJOP adalah dengan melihat harga rata-rata transaksi jual-beli bangunan.

Namun, bagaimana cara menetapkan NJOP pada bangunan yang didapat tanpa proses jual-beli? Misalnya pada bangunan hibah, warisan dan lain-lain

Agar sobat tidak bingung, Vira akan menjelaskan faktor-faktor penentu penetapan NJOP untuk sobat:

1. Membandingkan dengan Objek Lain

Objek lain dalam hal ini maksudnya adalah objek berjenis sama, memiliki lokasi yang berdekatan, fungsi yang sama dan objek lain yang sudah diketahui besaran nilai NJOP serta pajak bumi dan bangunan.

2. Menghitung biaya yang dikeluarkan

Dengan menghitung biaya yang dikeluarkan, sobat bisa mendapatkan nilai perolehan yang baru. Itu artinya, penilaian tersebut akan dikurangi dengan penyusutan yang terjadi pada kondisi fisik objek.

3. Memperhatikan nilai jual pengganti

Nilai jual pengganti disini maksudnya adalah sebuah nilai yang didapatkan dari keluaran yang dihasilkan oleh objek pajak. Nilai ini bisa dijadikan sebagai dasar penetapan NJOP.

Selain NJOP dan NJKP, ada pula yang namanya Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP). NJOPTKP adalah batasan nilai atas objek yang tidak dikenakan pajak bumi dan bangunan.

Jika merujuk pada keputusan Kementrian Keuangan, maka batas NJOPTKP sendiri maksimal sebesar Rp. 12 juta rupiah bagi setiap wajib pajak.

Cara Menghitung PBB menggunakan rumus

Pajak Bumi dan Bangunan: Ketahui Cara Menghitung dan Pembayarannya

Menurut Vira sih penting sekali buat tahu berapa pajak bumi dan bangunan. sekalipun sobat udah dikirimi Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan. Gak ada salahnya kan untuk verifikasi angka dengan menghitung sendiri.

Pada dasarnya, menghitung PBB bisa menggunakan rumus berikut:

PBB Terutang = Tarif (0.5 Persen) x NJKP

Untuk mengetahui besaran NJKP:

NJKP = NJOP-NJOPTKP

NJOP sendiri ada dua, yaitu NJOP Bumi dan NJOP Bangunan. Kedua NJOP tersebut nantinya dijumlah menjadi NJOP sebagai Dasar Pengenaan PBB.

Rumus Nilai Jual Objek Pajak

NJOP sebagai Dasar Pengenaan PBB = NJOP Bumi + NJOP Bangunan

Pajak Bumi dan Bangunan: Ketahui Cara Menghitung dan Pembayarannya

NJOP ini nantinya akan dogunakan buat perhitungan final NJKP. Seandainya saja NJOP > Rp. 1.000.000.000, itu berarti NJKP-nya sebesar 40%. Sementara NJOP < Rp. 1.000.000.000 maka NJKP-nya 20 persen.

Satu lagi yang perlu sobat tahu, ayitu Niali Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak atau NJOPTKP.

Simulasi Perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan

Pajak Bumi dan Bangunan: Ketahui Cara Menghitung dan Pembayarannya

Cara menghitung besar tarif PBB memang susah-susah gampang. Maka dari itu, perlu adanya sebuah simulasi yang menggambarkan bagaimana alur perhitungan pajak tersebut dibuat.

Untuk memudahkan sobat memahami bagaimana menghitung perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan, yuk simak simulasi berikut ini:

Sebagai contoh, coba sobat asumsikan saja apabila sobat memiliki rumah seluas 50 meter persegi yang dibangun di atas lahan seluas 100 meter persegi. Dan harga bangunanya sebesar Rp. 500 juta sedangkan harga tanah sekitar Rp. 1 juta.

Maka dari itu, kira-kira beginalah alur perhitungan PBB dari rumah di atas:

Bangunan = 50 x Rp. 500.000 = Rp. 25.000.000

Tanah = 100 x Rp. 1.000.000 = Rp. 100.000.000

---------------------------------------------------------------  +

Rp. 125.000.000 = NJOP

NJKP = 20 persen x Rp. 125.000.000 = Rp. 25.000.000

Setelah mengetahui hal tersebut, maka besaran pajak bumi dan bangunan yang harus anda bayarkan, sebesar (0,5 persen x Rp. 25.000.000) = Rp. 125.000

Lebih mudah untuk dipahami bukan?

Karena apabila sudah mengatahui rumusnya, menghitung tariff PBB dapat dikerjakan dengan sangat mudah kok.

Cara Cek PBB Online

Pajak Bumi dan Bangunan: Ketahui Cara Menghitung dan Pembayarannya

Sebenarnya selain menghitung secara manual, sobat bisa menghitung PBB secara online. Mudah saja, yakni dengan cek PBB online melalui laman resmi BPRD masing-masing wilayah.

Caranya mudah saja, sobat bisa mengecek biaya PBB Online sesuai dengan kota tempat tinggal untuk rumah atau bangunan tersebut melalui laman resmi kantor Badan Pajak dan Retribusi Daerah Bekasi.

Namun, sayangnya tidak semua kantor BPRD memiliki fitur cek PBB online di laman resmi mereka. Sejauh ini hanya kota-kota, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan lain-lain yang memiliki fitur tersebut.

Jika laman BPRD di daerah sobat tidak menyediakan fasilitas cek PBB Online, jangan berkecil hati.  Sobat masih bisa memeriksa besaran PBB lewat aplikasi PBB atau menghitung manual seperti yang Vira jelaskan di atas.

Cara Membayar PBB Secara Online dan Offline

Pajak Bumi dan Bangunan: Ketahui Cara Menghitung dan Pembayarannya

Setelah mengetahui besaran tagihan yang harus dibayarkan, saatnya sobat mengetahui bagaimana cara bayar PBB secara offline maupun online.

Cara Bayar PBB Offline

Cara membayar PBB secara offline sama halnya seperti membayar iuran pajak lainnya. Tempat-tempat yang  bisa sobat datangi untuk membayar PBB seperti:

  1. Kantor Pos
  2. Bank yang ditunjuk berdasarkan kebijakan pemerintah setempat
  3. Petugas Pemungut Pajak di Kelurahan atau kantor desa setempat

Namun, sebelum membayar PBB pastikan sobat sudah mengantongi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT PBB). Surat ini biasanya dibagikan oleh kelurahan/RT/RW setempat kepada warganya di sekitar awal tahun.

Apabila pajak sudah dilunasi, maka sobat akan menerima Surat Tanda Terima Setoran (STTS) dengan stempel, sebagai bukti bahwa Pajak Bumi dan Bangunan yang harus dibayarkan telah dilunasi.

SPPT yang sobat miliki hilang atau belum diberikan oleh petugas setempat? Sobat jangan khawatir yaa, karena sobat bisa langsung mendatangi kantor Dinas Pendapatan Daerah untuk mencetak ulang SPPT tersebut.

Siapkan surat keterangan dari kelurahan, serta fotokopi KTP dan KK saat meminta SPPT ke Kelurahan ya!

Cara Bayar PBB Online

Tidak ingin ribet untuk pergi dan antri ke loket untuk membayar PBB? Tenang aja sob, dijaman yang sudah serba digital ini, sobat juga bisa membayar iuran pajak tersebut secara online melalui layanan internet Banking atau ATM.

Caranya mudah lho:

  1. Akses ATM atau Login internet banking seperti biasa
  2. Pilih menu pajak atau PBB
  3. Masukan NOP
  4. Masukkan tahun pembayaran
  5. Pastikan nama dan jumlah pajak sudah sesuai dengan SPPT
  6. Masukkan nominal pajak dan lakukan pembayaran.

Sekian ulasan penting terkait Pajak Bumi dan Bangunan yang harus sobat VOIRE ketahui. Semoga ulasan di atas dapat membantu sobat dalam menghitung dan membayar PBB secara benar, ya!

Selamat mencoba!

Baca juga artikel lainnya:

Komentar

Mau cari artikel apa sob?